Selasa, 27 Desember 2016

Trip to Sanggau

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh..

Seperti kalimat yang sering kita dengar yaitu, "gunakanlah masa muda mu sebelum masa tua mu." Tetapi bukan berarti kita menggunakan masa muda dengan hal-hal buruk yaa! Banyak hal baik yang bisa kita lakukan untuk mengisi masa muda kita. Salah satunya dengan jalan-jalan atau ngetrip kata anak muda jaman sekarang.
Nah, ini cerita saya saat melakukan perjalanan ke Kabupaten Sanggau Kalimantan Barat untuk mengisi waktu liburan pada saat itu. Tepatnya pada tanggal 10 Desember 2016.
Perjalanan itu saya mulai pada pagi hari sekitar pukul 06.30 WIB dengan menggunakan motor matic andalan saya. Yang cukup banyak digunakan masyarakat pada masa sekarang. Akhirnya saya memulai perjalanan dari Kota Pontianak melalui jalur Trans Kalimantan. Tentunya setelah perut terisi oleh sarapan pagi, karna kalo gak sarapan bisa masuk angin nanti :D hehe
Oya, mengapa saya memilih melewati jalur Trans Kalimantan tersebut? Padahal ada jalur lain yaitu melalui Sungai Pinyuh/Anjungan. Berdasarkan informasi yang saya himpun, apabila melewati jalur Trans Kalimantan dapat mempersingkat jarak dan waktu menuju ke Kabupaten Sanggau. Dengan estimasi waktu sekitar 3-4 jam. Akhirnya, saya memutuskan untuk melalui jalur Trans Kalimantan. Dan juga ini merupakan kesempatan pertama saya ke Kabupaten Sanggau, sehingga membuat saya sangat antusias.
Akhirnya saya memulai memutar gas motor saya dengan kecepatan yang cukup cepat. Karena kondisi masih sepi dan jalannya yang tergolong mulus. Tetapi harus diingat ya! Jangan sampai mengabaikan keselamatan. Saya menikmati perjalanan tersebut karena disuguhi pemandangan alam yang ada disekitar jalur yang saya lewati. Bahwa jalur Trans Kalimantan dari Kecamatan Sungai Ambawang sampai kawasan Simpang Ampar, banyak dikelilingi oleh perbukitan. Tapi jangan sampai lengah, karena jalur nya banyak turun-naik bukit dan berkelok-kelok.
keren kan jalannya, hehe
Setelah sekitar 2 jam melalui jalur Trans Kalimantan akhirnya saya tiba di Simpang Ampar dan memutuskan untuk beristirahat sejenak di warung kopi yang berjejer disekitar Simpang Ampar. Setelah kira-kira 30 menit beristirahat akhirnya saya melanjutkan perjalanan kembali. Namun, saya mengisi bensin dahulu di SPBU tak jauh dari Simpang Ampar. Setelah tangki motor terisi penuh perjalanan pun dilanjutkan.
Awalnya jalan tayan-sosok ini lumayan bagus, namun sekitar 15 menit berjalan, jalan berlubang pun menyapa. Jadi jalur tayan-sosok ini belum selesai pengerjaannya masih dalam tahap pengerasan. Padahal jalan ini termasuk jalan negara yang menghubungkan dengan Malaysia. Kemudian di daerah Batang Tarang jalannya sudah sebagian diaspal mulus dan sebagian lagi masih berlubang.Perlu konsentrasi karna kalau tidak ketika kita melewati jalan yang mulus, tiba-tiba akan dikejutkan dengan jalan yang berlubang.
Setelah itu barulah ketika mendekati simpang Sosok jalan sudah aman. Jalan dari Sosok menuju Bodok juga terbilang mulus, ada sedikit lubang namun tidak mengganggu. Sehabis melewati Bodok, jalan mulai tidak bersahabat kembali. Banyak jalan yang belum selesai pengerjaannya pada saat akan memasuki ibukota Kabupaten Sanggau. Pada saat itu saya ditimpa hujan yang sangat deras, sehingga mengharuskan saya untuk memakai jas hujan. Dengan jalan tanah kuning menambah tantangan berkendara saya saat itu.
Akhirnya setelah bejuang keras sampai lah di Kabupaten Sanggau. Jalan di wilayah dalam kota nya sangat mulus. Dan bangunan-bangunan nya juga cukup unik. Karena banyak berada di wilayah perbukitan. Namun saya masih harus mencari tempat penginapan untuk beristirahat. Akhirnya saya berkeliling disekitar jalan Ahmad Yani. Di jalan tersebut terdapat cukup banyak hotel dan penginapan, tergantung selera anda apakah menginginkan hotel yang nyaman atau penginapan yang murah meriah? Hehe. Akhirnya setelah berkeliling dan bertanya dengan warga sekitar akhirnya saya masuk ke sebuah penginapan di jalan Kartini. Pantai Mutiara Losmen namanya, lokasinya cukup strategis tidak jauh dari pasar dan warung kopi. Maklum penikmat kopi jadi gak bisa jauh-jauh dari kopi, hehe. Dan juga yang menjadi pertimbangan saya adalah losmen tersebut berada didepan sebuah masjid. Tapi saya lupa nama masjidnya. Tapi ada fotonya kok tenang aja, hehe. Maaf ya sambil ngerokok soalnya agak kantuk waktu itu.
Akhirnya siang itu pun saya beristirahat sejenak di losmen tersebut. Losmen yang terbilang cukup murah, hanya dengan harga Rp 90.000/malam, dengan fasilitas TV tabung kabel, AC, WC didalam kamar. Yah cukup deh ya buat anak muda, hehe.
Setelah salat ashar, saya melanjutkan perjalanan untuk melilingi Kabupaten Sanggau. Tujuan pertama saya adalah kawasan Keraton Surya Negara Sanggau. Berhubung lokasi nya tidak terlalu jauh dari losmen tempat saya beristirahat. Sesampainya di keraton tersebut saya cukup menikmati dan menyempatkan untuk mengabadikan foto. Walaupun saya tidak sempat untuk memasuki keraton karena sepertinya lagi ada kegiatan pengajian ibu-ibu setempat. Setelah puas mengelilingi keraton, tujuan selanjutnya adalah sebuah taman di pinggir Sungai Kapuas, dekat dengan Jembatan Gantung Sekayam. Kondisinya seperti Alun-alun. Tempatnya juga cukup nyaman, ditumbuhi banyak tumbuhan yang membuat sejuk dan kondisi taman nya yang bersih.
Jembatan gantung Sekayam


alun-alun tepi Sungai Kapuas

Waktu pun menjelang malam saya kembali ke losmen untuk membersihkan diri dan beribadah. Oya, untuk makanan sendiri di Sanggau jangan takut kesulitan, karena terdapat cukup banyak tempat makan yang halal khusus Muslim. Walaupun harganya yang terbilang cukup mahal dibandingkan di Pontianak. Jika nasi goreng di Pontianak kisaran Rp 13.000, di Sanggau nasi goreng jenis yang sama sekitar Rp 18.000. WOW! Hehe, gak papa lah ya, itung-itung biar ekonomi masyarakat Sanggau cepat maju.
Keesokan harinya saya melanjutkan perjalanan ke Pancur Aji. Salah satu objek wisata yang cukup terkenal di Kalbar. Dari kota Sanggau membutuhkan waktu sekitar 15 menit untuk mencapai objek wisata ini. Dari jalan raya kita masuk ke jalan Pancur Aji, nah untuk jalan masuknya sendiri kemarin pada saat saya berkunjung sedang dalam tahap perbaikan, yaitu pengecoran. Dengan jalan yang cukup berbukit menjadikan cukup mengganggu perjalanan masuk ke Pancur Aji.
Memasuki gerbang ada petugas penjaga karcis, dengan harga yang cukup murah yaitu Rp 5.000/orang. Setelah tiba kita harus parkir kendaraan ditempat yang telah disediakan, kemudian kita harus menaiki beberapa anak tangga. Suara gemercik air pun terdengar jelas, wah sudah gak sabar mau main air nih, hehe. Air terjunnya sendiri cukup panjang jalurnya, jadi kita bebas untuk memilih spot kita tersendiri. Dan akhirnya bisa main air juga, hehe.
air nya dingin banget loh ini

Setelah puas bermain air dan hari sudah mulai mendung, saya pun kembali ke losmen. Dan akhirnya malam itu saya beristirahat, karena besok paginya saya akan kembali ke Pontianak.
Pagi harinya saya bersiap-siap, setelah menyantap semangkuk mie instan favorit dan segelas kopi susu, saya pun bergegas meninggalkan Sanggau. Perjalanan pulang saya melalui jalur yang sama pada saat pergi ke Sanggau, dengan dua kali isi bensin, total Rp 90.000. Sekian kisah saya di Kabupaten Sanggau. Masih banyak tempat lainnya yang ingin saya kunjungi untuk melihat keindahan alam Kalimantan Barat.
Taman Sabang Merah Sanggau


Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar